25 Juli 2011

AC Mobil Mau Tetap Dingin

article thumbnail

Saat sistem A/C (air conditioning) mobil dinyalakan dan terdengar suara'ces' panjang, tandanya freon berkurang atau habi [ ... ]

25 Juli 2011

Ingin Mesin Mobil Stabil Saat AC On? Periksa Idle Up-nya!

article thumbnail

Menggunakan Air Conditioner (AC) ketika berkendara bersama mobil kesayangan tentu sangat menyenangkan. Walau kita tahu  [ ... ]

Agenda Acara

Jajak Pendapat

Apakah anda sudah tergabung dalam anggota PAC Surabaya ?

 
Mengapa Perlu Cuci Evaporator
Mengapa Pelu Cuci Evaporator

Frank Walker

Pelanggan kebanyakan kurang tahu mengapa A/C mobil perlu diservice secara berkala. Dimana kadang pihak teknisi maupun pengelola bengkel A/C mobil kadang tidak memberikan deskripsi yang jelas kepada pelanggan sehingga kebanyakan pelanggan merasa ditipu karena kurangnya informasi yang diberikan.

Sekilas Tentang A/C Mobil

A/C mobil adalah rangkaian peralatan pendingin pada mobil/vechicle yang terdiri atas 2 bagian utama, yaitu bagian pendinginan & Heater (pemanas). Di Indonesia, Heater tidak terlalu berguna, kecuali untuk kondisi tertentu, dimana kita membutuhkan kondisi ruangan mobil yang panas (25-50 C).

Sedang bagian pendingin, pada dasarnya terdiri atas 6 bagian utama yaitu : Compressor, Condensor, Receiver Drier, Expantion Valve, Evaporator, serta alat-alat kontrolnya. Dimana setiap peralatan tersebut mempunyai batas pemakaian, aturan pemakaian & perawatannya. Berikut ini akan dijelaskan tentang bagaimana perawatan berkala yang dianjurkan khususnya untuk Evaporator.

Service Evaporator

Service Evaporator adalah rangkaian pekerjaan perawatan Evaporator yang meliputi :

Cuci bagian luar Coil Cooler, yang dimaksudkan untuk menghilangkan jamur,fungi atau polutan lainnya penyebab bau tidak enak & korosi bagian luar coil. Sehingga Evaporator menjadi bersih, udara yang kita hirup juga menjadi bersih. Disamping itu bau yang tidak enak selalu merupakan keluhan berkala dari pelanggan kepada bengkel AC Mobil sehingga mereka selalu minta untuk di-service (cuci) evaporator-nya. Mengapa hal tersebut terjadi ?, dikarenakan treatment yang dilakukan hanya bisa bertahan dalam jangka pendek (sekitar 1 tahun). Bau yang terjadi ini disebabkan oleh faktor alam (natural) yang terkumpul secara akumulatif.

Banyak produk yang menawarkan untuk mengontrol bau tersebut, seperti dis-infectant, yang mungkin relatip lebih efektip dalam aplikasinya. Sayangnya kekuatan dari penggunaan dis-infectant tidak lama, residu bahan yang tertinggal tidak dapat melawan penyebab bau yang terus-menerus dalam jangka panjang.

Penyebab Bau

Penyebab utama dari bau yang terjadi pada A/C adalah tidak terkontrolnya pertumbuhan bakteri dan mikro-organisme lainnya didalam evaporator. Dari hasil penelitian laboratorium secara independent ditemukan sejenis fungi/jamur seperti Aspergillus, Cladesporium, Penicillium dan lainnya berkembang didalam Cooling Coil & bagian lainnya pada sistem evaporator A/C.

Bagaimana mikro-organisme tersebut bisa sampai disana?. Mikro-organisme tersebut secara alami memang ada di udara terbuka, dan terbawa ke evaporator pada saat A/C dijalankan (akibat adanya perputaran udara oleh bekerjanya blower).

Moisture (kandungan air) juga memberikan kontribusi terjadinya bau pada A/C. Sejumlah moisture dari air yang terkondensasi pada permukaan evaporator lama-lama akan mengganggu dalam jangka lama, sebagai media berkembang biaknya mikro-organisme tersebut. Sehingga terjadilah bau pada evaporator.

Faktor Ukuran Evaporator

Ukuran evaporator pada mobil dibuat oleh pabrik sekecil mungkin tetapi tidak mengurangi kapasitasnya dengan cara menambah jumlah fin-fin. Hal ini menyebabkan terdapat banyak trap-trap (sela-sela antara fin) pada evaporator yang dapat menahan moisture lebih banyak.

Sebagai contoh uraian diatas adalah, masukkan tangan anda dengan jari-jari terbuka dengan jarak yang agak dekat (sekitar 2-5 mm) kedalam air. Pada saat anda masukkan dan angkat tangan anda secara cepat, tidak akan ada air yang berada antara sela-sela jari anda.

Tetapi jika anda masukkan tangan anda seperti diatas kedalam air dan ditarik secara pelan-pelan, maka akan ada air diantara sela-sela jari anda. Air-air tersebut tidak akan terjadi jika jarak jari-jari tersebut anda perlebar (sela-sela jari). Ini menunjukkan bahwa jarak rapat fin-fin mempengaruhi jumlah air/moisture yang terkondensasi.

Bagaimana Cara Mengurangi Bau ?

Telah banyak cara dilakukan untuk menghilangkan bau tersebut. Tetapi selalu tidak tahan lama karena mikro-organisme selalu tumbuh & berkembang didalam evaporator. Berikut ini adalah cara-cara yang sering dilakukan untuk melawan bau tersebut :

Parfum : digunakan untuk melawan bau dengan bau yang wangi. Parfum ini tidak dapat mengurangi bau yang disebabkan karena mikro-organisme, tetapi hanya melawan dengan menambah variasi bau saja.

Dis-infectans : digunakan untuk mematikan mikro-organisme secara kontak langsung. Tetapi jika A/C sudah dijalankan lagi, maka lama-kelamaan bakteri akan berkembang lagi. Untuk alasan inilah maka disarankan penggunaan disinfectant secara berkala.

Air Filters (Penyaring udara) : berguna untuk menangkap dan menyerap partikel-partikel dan beberapa gas yang akan masuk kedalam ruangan mobil. Kebanyakan filter ini terbuat dari karbon aktif. Seiring dengan waktu penggunaannya, filter akan menjadi jenuh sehingga perlu diganti. Beberapa filter tidak dapat menangkap bakteri yang sangat kecil penyebab bau. Pada umumnya filter tidak dapat menurunkan sumber bau yang disebabkan karena mikro-organisme.

Baking Soda/Absorbent (Penyerap air): Digunakan untuk membantu penyerapan moisture (uap air), dimana air adalah media berkembangnya bakteri. Absorbent akan menjadi cepat jenuh, sehingga tidak dapat menyerap air lagi, dan merupakan sumber bau lagi selain cooling coil (evaporator). Penggantian secara berkala harus segera dilakukan, apabila absorbent sudah jenuh.

Chemical Reactants (Bahan kimia) : Digunakan untuk mengurangi mikro-organisme dengan cara membentuk molekul baru secara kimia. Dimana molekul baru yang terbentuk harus dicuci untuk menghilangkannya. Seperti dis-infectant, chemical reactant juga merupakan penyelesaian sementara, sebab bakteri akan tumbuh lagi pada saat A/C dijalankan.

Antimicrobial Agents : Produk ini biasanya digunakan sebagai pencegah berkembangnya fungi/jamur pada karpet atau pelapis dinding/tembok. Dan teryata produk sejenis ini dapat digunakan pada evaporator A/C mobil untuk mencegah & menghilangkan bau karena faktor alami tersebut.

Antimicrobial agent ini digunakan secara bersama-sama dengan resin acrylic yang disemprotkan pada permukaan coil evaporator, membentuk suatu lapisan yang dapat membunuh micro-organisme. Lapisan ini bisa bertahan sampai dengan 3 (tiga) tahun untuk memproteksi sisa air kondensat dan perkembangan micro-organisme penyebab mau.

Electronic Evaporator Driers (Pengering evaporator elektronik) : Sistem kontrol elektrik yang menggerakkan motor blower, On atau Off setelah A/C dimatikan, yang berguna untuk mengeluarkan moisture/air keluar dari evaporator.

Teknologi terbaru dari rangkaian elektronik sensor otomatis ini dapat berupa saklar positip atau negatip, sehingga penggunaan untuk sistem blower positip atau negatip tidak ada masalah.

Penggunaan rangkaian ini dapat juga bermanfaat untuk mengurangi korosif yang terjadi pada sisi luar evaporator karena kandungan air dari udara yang semakin banyak mengandung polutan, sehingga dapat menambah usia pemakaian dari evaporator.

Cara manual : yang disarankan adalah mematikan Compressor terlebih dahulu dengan memutar tombol thermostat pada posisi off/tidak dingin, sedang blower tetap dijalankan terus sekitar 3-5 menit sebelum A/C dimatikan.

Demikian Artikel ini disajikan untuk menambah wawasan dari teknisi A/C mobil. Cara-cara lain juga banyak dilakukan oleh Bengkel-bengkel A/C mobil yang merupakan rahasia dapur dari bengkel masing-masing tersebut.

 (Diterjemahkan & diedit secara bebas oleh : A. Hendarto)
 
© 2011 PAC Mobil . All Rights Reserved.